Penulis: Ustd. Almaidatul Istibsyarah, S.S.

sditalibrah.sch.id – Gresik, 3-4 Maret 2026-Ramadan selalu punya cara bagaimana ia berbicara dengan hati. Hari biasa bagi murid SDIT Al Ibrah mungkin terdengar samar, namun tidak di dua hari tersebut khususnya bagi murid jenjang kelas 3 dan 4.

Riuh ramadan menggema diantara telinga hampir 200 murid kelas 3 dan 4 SDIT Al Ibrah dalam Al Ibrah Student Camp in Ramadan (ASCAR). ASCAR memberikan ruang belajar yang tentu tak mudah terlupakan.

Setelah melaui registrasi dan pengecekan barang bawaan, peserta ASCAR langsung meletakkan tas mereka di asrama yang telah ditentukan. Seperti kebiasaan saat berangkat sekolah, agenda ASCAR pun dimulai dengan dzikir pagi bersama dan dilanjutkan dengan sholat dhuha di masjid sekolah.

Kontrak belajar dan beberapa aturan penting selama ASCAR berlangsung disampaikan dengan penuh semangat oleh Ustadzah Nuryum dan ustadzah Roi.

Baca juga : Ciptakan Guru Al Quran Berstandar, SDIT Al Ibrah Gelar Pelatihan Tajwid Metode Fitrah

Materi pertama akan segera dimulai. Kelas 3 menempati aula lantai 2, sementara kelas 4 menempati aula lantai 3. Dua pemateri tentang wudlu dan sholat khusyu dihadirkan sesuai jenjang kelas masing-masing.

Semua peserta ASCAR menyimak dengan penuh hikmat. Beberapa mulai mengingat bagaimana cara mereka sholat mulai dari mengangkat kedua tangan saat takbir wajib hingga salam, adakah yang dilakukan dengan tidak tumakninah?

Kaki-kaki kecil itu berusaha terus berdiri tegak mempraktikkan cara sholat yang benar sesuai arahan pemateri. Bacaan-bacaan dalam rakaat mungkin ada yang mulai hilang kembali ditemukan dengan tepat.

Mengingat betapa pentingnya ibadah ini yang mana kelak seorang hamba yang akan di hisab pertama kali adalah sholat mereka. Jika buruk maka tak ada lagi harapan menuju wanginya surga Allah sang pemilik semesta.

Gadget atau panggilan ibu: Siapa yang lebih berharga bagiku?

Memasuki sesi kedua setelah seluruh murid istirahat dan bersih diri, mereka mendapatkan dua materi yang berbeda. Keduanya tentu sangat penting dalam melanjutkan peran yang tepat baik di sekolah maupun di rumah.

Jenjang kelas 4 mendapatkan materi tentang bagaimana menjaga jarak dengan gawai atau benda smart lainnya saat mereka di rumah. Sementara jenjang kelas 3 mendapatkan materi tentang adab kepada orang tua, guru, dan teman.

Siapakah yang akan kalian cari ketika kalian membuka mata di gelapnya pagi? Apakah masih ibumu seperti saat 4 atau 5 tahun yang lalu? Sunyi. Sebagian masih mencari ibu. Namun sebagian besar menengok benda yang memunculkan sinar dalam gelap itu. Pemateri mengajak seluruh murid kelas 4 untuk mengingat kembali.

Diantara gadget dan ibu siapakah sebenarnya yang paling kita butuhkan? Tentu semuanya belum bisa melepas ibu. Disini, pemateri menyampaikan beberapa tips agar gadget tidak sampai memisahkan kebersamaan dalam sebuah keluarga. Anak menghormati orang tua, dan orang tua menyayangi mereka.

Baca juga : 104 Murid Kelas Takhassus SDIT Al Ibrah Khatamkan Al-Qur’an dalam MPLS yang Penuh Haru dan Semangat

Sementara di ruang aula lainnya, kelas 3 mendapatkan materi tentang adab. Cara bersikap kepada sesama disampaikan dengan jelas oleh ustadzah Alma. Materi diawali dengan sebuah film pendek bagaimana seorang hamba akhirnya masuk neraka meskipun sholatnya tidak pernah bolong, iabadah sunnah dilakukan semua ternyata ia menolak perintah orang tua dengan kata-kata kasar dan membentak.

Setelah materi selesai, peserta ASCAR dan seluruh pendamping berkumpul di halaman sekolah dan bersiap menuju jalan utama untuk berbagi takjil kepada para pengguna jalandan membersamai agenda santunan anak yatim di masjid sekolah. Sebagian takjil habis di borong oleh para tukang bangunan dan sisanya diberikan kepada seluruh masyarakat Gresik Kota Baru yang sedang melintas sore itu.

Persiapan berbuka bersama menjadi momen yang selalu menyejarah bagi seluruh murid. Karena ini merupakan momen yang hanya bisa mereka dapat setahun sekali saat bulan Ramadan saja. Shalat maghrib berjamaah pun usai. Semua peserta ASCAR melanjutkan berbuka menu berat dan dilanjutkan dengan persiaapan tarawih berjamaah.

Sholat tarawih kali ini di pimpin oleh kakak kelas SMPIT AL IBRAH yang sengaja didatangkan langsung dari Pesantren Al Ibrah.
Tibalah acara yang dinanti. Game menjelang tidur malam. Game tentang ibadah di bulan Ramadan, sambung ayat dalam satu surah, tebak gerak, cerdas cermat, dan masih banyak lagi permainan seru yang menumbuhkan sikap kerjasama, saling menghargai, dan menyanyangi dalam memenangkan kompetisi.

Setelah melalui malam dengan tidur nyenyak, seluruh peserta bangun untuk menunaikan qiyamul lail bersama di masjid. Mereka melanjutkan sahur dan bersiap untuk sholat shubuh. Dzikir pagi kembali dilantunkan. Dan ASCAR kali ini ditutup dengan refleksi dan penguatan oleh ustadzah Alma. Reward kelompok menambah semangat para peserta.

Mereka tidak hanya belajar tentang cara wudlu yang benar, shalat khusyuk, bagaimana menjaga jarak yang tepat dengan gadget dan adab kepada orang tua, guru, dan teman. Mereka belajar bahwa Ramadan merupakan saat terbaik bagi seorang hamba untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin, dan lusa lebih baik dari hari ini. Bermain bisa menjadi ibadah jika di dasari sikap saling menghargai dan menyayangi.

Selamat jalan, para pejuang cilik Ramadan. Dunia menanti kebaikan kalian. Langit selalu tersenyum pada hati-hati kecil yang lapang untuk melakukan kebajikan. (*)