GRESIK – sditalibrah.sch.id . Dalam rangka menguatkan peran keluarga dalam pendidikan anak, SDIT Al Ibrah menggelar Talkshow Parenting Ramadhan yang diikuti oleh wali murid dan siswa kelas V dan VI pada Sabtu (7/3/2026) di Aula Lantai 3 SDIT Al Ibrah. Kegiatan ini mengangkat tema “Menyiapkan Buah Hati Berwawasan Global, Berkarakter Islami.”
Acara yang dipandu oleh Wakil Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadzah Noor Sholikhah, S.TP, ini diikuti oleh siswa kelas V dan VI beserta orang tua mereka. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga selesai dengan suasana hangat, interaktif, dan penuh inspirasi.

Rangkaian acara diawali dengan opening serta Tilawah dan Sari Tilawah yang dibawakan oleh Annisa, Zahra B (kelas 5C), dan Anggrek (kelas 4A). Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SDIT Al Ibrah, presentasi singkat dari Kepala SMPIT Al Ibrah, serta sesi talkshow utama bersama Mr. Ario Muhammad, Ph.D.
Baca juga : Semangat Berbagi Raih Keberkahan: SDIT Al Ibrah Santuni Yatim dan Dhuafa di Bulan Suci
Dalam sambutannya Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadz Janan, S.Pd. menegaskan bahwa pendidikan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara sekolah dan orang tua.
“Sekolah boleh memiliki kurikulum terbaik, tetapi rumah tetap menjadi madrasah pertama bagi anak-anak kita. Karena itu, sinergi antara guru dan orang tua menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi dunia global tanpa kehilangan jati diri keislamannya,” ujar Ustadz Janan.

Dalam paparannya, Ario Muhammad menyampaikan pentingnya kesadaran orang tua dalam membangun lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat di tengah tantangan era digital. Ia menyoroti bahwa masa kecil anak seharusnya lebih banyak diisi dengan aktivitas bermain dan interaksi nyata, bukan dominasi layar gawai.
“Anak-anak dahulu tumbuh dalam play-based childhood, sementara sekarang banyak yang mengalami phone-based childhood. Orang tua perlu mengembalikan keseimbangan itu agar perkembangan emosi dan sosial anak tetap sehat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun lima fondasi utama kesuksesan sepanjang hayat, yaitu identity, attachment, purpose, self-regulation, serta values and character. Menurutnya, anak sebenarnya lahir dalam kondisi yang masih belajar mengatur diri (dysregulation), sehingga mereka membutuhkan proses co-regulation dari orang tua dan guru untuk membentuk kemampuan self-regulation yang matang.
Baca juga : Kolaborasi SDIT Al Ibrah dan SMPIT Gelar Pra ASCAR Ramadhan: Ajak Siswa Upgrade Diri, Bukan Sekadar Scroll
Selain itu, para orang tua juga diingatkan untuk lebih bijak dalam penggunaan teknologi pada anak. Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain membatasi waktu hiburan digital anak tidak lebih dari dua jam sehari, menghindari screen time pada anak di bawah dua tahun, serta menunda kepemilikan telepon genggam pribadi hingga usia yang lebih matang.

Ia juga menambahkan bahwa dalam tradisi pendidikan Islam, keteladanan orang tua memiliki peran yang sangat besar. Belajar dari kisah para nabi, seperti Nabi Ibrahim yang mengedepankan dialog dengan anaknya, serta Nabi Ya’qub yang mendidik dengan doa dan kesabaran, menjadi pelajaran penting dalam membangun karakter generasi masa depan.
“Dalam mendidik anak tidak ada istilah single fighter. Ayah dan ibu harus berjalan bersama, saling menguatkan. Dari rumah yang kokoh inilah akan lahir anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritual,” tambahnya.
Sesi talkshow semakin menarik ketika DeLiang Al Farabi, seorang penulis muda yang telah menerbitkan puluhan buku berbahasa Inggris, berbagi pengalaman serta tips menulis. Menariknya, seluruh sesi sharing disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, yang memberikan pengalaman berbeda sekaligus memotivasi para peserta.

Dalam pemaparannya, DeLiang menyampaikan bahwa ide menulis dapat muncul dari berbagai hal sederhana, termasuk dari imajinasi maupun kebiasaan merenung. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menulis sejak dini, salah satunya dengan rutin menulis diary setiap hari.
Talkshow parenting ini menjadi salah satu momentum penting bagi para orang tua untuk merefleksikan kembali pola pengasuhan anak di tengah tantangan zaman. Selain memberikan wawasan baru, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menyiapkan generasi yang unggul, berwawasan global, serta tetap berakar pada nilai-nilai Islam. (*)
Recent Comments