Penulis : Ustd. Almaidatul Istibsyaroh, S.S.
Batu, 15 April 2026 — Mentari masih malu-malu menyapa ufuk timur ketika 90 siswa kelas 3 SDIT Al Ibrah Gresik berkumpul di halaman sekolah dengan semangat yang membara. Hari Rabu itu bukanlah hari biasa. Ini adalah panggilan petualangan ilmu—Out Door Learning (ODL) dengan tema “Eksplorasi Energi di Alam Terbuka” yang membawa mereka menuju kesejukan Eco Active, Batu, Jawa Timur.
Pukul 06.30 tepat, roda bus mulai bergulir. Namun sebelum suara mesin menggantikan hening subuh, lantunan dzikir bersama membahana di dalam bus. Siswa muslim dan muslimah, dengan suara yang masih polos namun penuh penghayatan, memuji kebesaran Allah Sang Pencipta segala energi di langit dan bumi. Dzikir pagi itu menjadi benteng spiritual sebelum mereka menyaksikan langsung betapa agungnya ciptaan-Nya.

Tak berhenti di situ, suasana hening berubah menjadi merdu dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Murajaah 5 halaman Juz 30 dilantunkan bersama dengan dipandu oleh Ananda Dyra kelas 3 Takhassus. Bocah-bocah itu melantunkan hafalan mereka dan menggema di ruang sempit bus—mengingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu adalah ibadah. Menunaikan dzikir, melantunkan ayat, dan sholat Dhuha bersama sebelum pembeljaran dimulai telah menjadi kebiasaan sejak awal gedung pengetahuan itu dibangun.
Tiba di Eco Active, Menyaksikan Energi Tuhan
Sekitar pukul 10.00, bus memasuki area Eco Active Batu. Hamparan hijau, embusan angin sejuk, serta gemericik air dari aliran sungai kecil menyambut mereka. Alam terbuka bukan sekadar tempat bermain—ia adalah laboratorium raksasa yang diciptakan Allah untuk direnungkan. Dengan didampingi 10 guru yang sabar dan penuh kasih, para siswa diajak menjelajahi berbagai stasiun energi.

Mereka belajar tentang energi matahari yang memancarkan cahaya dan kehangatan tanpa henti—seperti rahmat Allah yang tak pernah putus. Mereka mengamati energi angin yang menggerakkan dedaunan dan kincir sederhana—mengingatkan pada firman Allah bahwa Dialah yang mengirimkan angin sebagai pembawa kabar gembira. Mereka juga menyentuh langsung energi air yang mengalir deras, mampu memutar turbin dan menerangi malam—sebuah tanda kekuasaan yang sering terlupa.
Lelah yang Bermanfaat, Senang yang Bermakna
Kegiatan yang cukup melelahkan itu terbayar lunas oleh rasa penasaran yang terpuaskan dan keimanan yang semakin kokoh. Mereka pulang dengan catatan kecil di buku masing-masing—bukan sekadar definisi energi, melainkan kesadaran bahwa Allah-lah pemilik dan pengendali segala energi.

Aktivitas berakhir di Rumah Terbalik yang membuat siswa semakin tertawa terbahak. Wajah lelah mereka tertutup oleh suara tawa yang tiada henti saat berhasil keluar dari wahana Rumah Terbalik. Ide selalu mampu dihadirkan bagi mereka yang siap bersaing dalam kehidupan dengan kebaikan penuh hanya untuk mencari ridlo Allah semata.
Penutup Perjalanan: Dzikir Petang dan Murajaah di Jalan Pulang
Pukul 14.30, bus mulai bergerak meninggalkan Batu. Ketika perjalanan pulang memasuki waktu petang, lantunan dzikir petang kembali menggema. Dzikir bersama itu menjadi perisai sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing. Lalu, sebagaimana janji yang ditunaikan, murajaah 5 halaman Juz 30 kembali dilantunkan. Suara anak-anak yang tadinya letih kini berubah menjadi semangat baru—hafalan demi hafalan mengalir deras, seakan energi Allah benar-benar mengisi setiap ruang bus.

Kepala Sekolah SDIT Al Ibrah Gresik, Ustadz Janan, S.Pd., dalam pernyataannya, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan berbasis alam yang berlandaskan tauhid. “Kami ingin anak-anak tahu bahwa belajar sains adalah belajar mengenal kebesaran Allah. Energi bukan sekadar listrik atau bahan bakar. Energi adalah ayat-ayat Allah yang terbentang di alam semesta. Dengan melihat langsung, mereka akan mengimani, bukan hanya menghafal.”
Out Door Learning Kelas 3 SDIT Al Ibrah Gresik bukanlah sekadar kegiatan rekreasi berbalut edukasi. Ia adalah perjalanan iman. Di tengah gempuran dunia digital yang sering memisahkan anak dari alam, kegiatan ini menjadi oase yang menyegarkan. Anak-anak diajak menjadi khalifah yang memahami amanahnya—bahwa bumi dengan segala energinya adalah titipan yang harus dijaga, bukan dirusak.(*)
Recent Comments