Penulis : Ustd. Dinnar Sintia, S.Pd
Gresik, 17 Mei 2026 – Setelah melewati rangkaian ujian akademik, sejumlah siswa kelas 6 SDIT Al Ibrah kembali menghadapi tantangan besar dalam program unggulan bidang Al-Qur’an bertajuk Itqan Hifdzil Qur’an yang digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026. Program ini menjadi momentum pembuktian kemampuan hafalan para siswa melalui setoran hafalan Al-Qur’an dalam sekali duduk.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dari program reguler menyetorkan hafalan secara penuh dalam satu majelis, sedangkan siswa dari program eks takhasus menyelesaikan setoran hafalan dalam dua hingga tiga kali duduk, menyesuaikan jumlah hafalan yang dimiliki.

Suasana haru dan penuh ketegangan terasa sejak masa persiapan. Para siswa tampak berjuang melawan rasa cemas dan khawatir menjelang pelaksanaan agenda besar tersebut. Tim Al-Qur’an SDIT Al Ibrah pun terus memberikan penguatan mental dan motivasi kepada peserta.
“Kalian adalah anak-anak yang terpilih dalam program ini. Ustadzah yakin kalian bisa dan mampu melampaui agenda besar Itqan Hifdzil Qur’an. Jangan lupa murojaah dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Dwi, Koordinator Jenjang Tim Al-Qur’an SDIT Al Ibrah, saat memberikan pengarahan kepada peserta.
Ucapan tersebut justru memantik luapan emosi para siswa. Air mata haru dan ketegangan tak terbendung, menggambarkan besarnya perjuangan yang mereka rasakan dalam menjaga dan menyetorkan hafalan Al-Qur’an.
Guru pendamping sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ulfa, mengaku ikut merasakan tekanan emosional selama mendampingi para peserta menjalani persiapan.
“Saya ikut tegang, meskipun tidak mengikuti sebagai peserta. Melihat perjuangan mereka selama persiapan memicu ansietas berlebih,” tuturnya.
Namun, seluruh kegelisahan itu perlahan berubah menjadi rasa syukur dan bangga ketika para peserta berhasil menyelesaikan setoran hafalan dengan baik. Bacaan demi bacaan yang dilantunkan siswa sukses menggetarkan hati para penguji maupun orang tua yang hadir menyaksikan secara langsung.

Menariknya, setiap anak menunjukkan respons yang berbeda selama proses berlangsung. Sebagian merasa lebih tenang tanpa kehadiran orang tua di dalam ruangan.
“Saya tidak perlu ikut menyimak, karena ananda lebih tegang jika melihat orang tuanya ikut menyimak di ruangan,” ujar Bunda Aiko, salah satu wali murid peserta Itqan.
Perjuangan serupa juga dirasakan Roikhatul Jannah saat mendampingi putrinya, Dhea Syakira Rizqa, mengulang hafalan Al-Qur’an di rumah menjelang pelaksanaan Itqan. Ia mengungkapkan bahwa tangis sang putri kerap mengiringi proses murojaah selama masa persiapan.
“Tetes air mata tidak berhenti dari ananda selama masa-masa menjelang Itqan Hifdzil Qur’an,” ungkapnya.
Meski demikian, doa, harapan, dan keyakinan terus diberikan agar sang putri mampu melewati ujian tersebut dengan baik. Usai kegiatan, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru dan pembimbing di SDIT Al Ibrah.
“Kami sangat berterima kasih kepada ustadz dan ustadzah karena sudah memberikan anak kami kesempatan untuk bisa mengikuti Itqan,” ujarnya.

Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadz Janan, S.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh peserta, guru pendamping, serta dukungan orang tua dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Itqan Hifdzil Qur’an bukan sekadar agenda akademik keagamaan, melainkan proses pembentukan karakter dan mental para penghafal Al-Qur’an.
“Anak-anak ini sedang belajar menjadi pribadi yang kuat, sabar, disiplin, dan dekat dengan Al-Qur’an. Kami bangga melihat perjuangan mereka yang luar biasa. Tangisan, rasa takut, dan kegugupan itu adalah bagian dari proses menuju kemuliaan,” tuturnya.
Ia juga berharap program Itqan Hifdzil Qur’an dapat terus menjadi budaya positif di lingkungan sekolah dan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan ini menjadi wasilah lahirnya generasi yang cinta Al-Qur’an, menjaga hafalannya, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Kami berharap semangat ini terus tumbuh, bukan hanya sampai lulus sekolah, tetapi hingga dewasa nanti,” tambahnya.
Program Itqan Hifdzil Qur’an menjadi salah satu ikhtiar SDIT Al Ibrah dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk pribadi siswa yang tangguh, disiplin, dan dekat dengan nilai-nilai keislaman sejak usia dini. (*)
Recent Comments