sditalibrah- Gresik. Senin, 14 Juli 2025. Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2025 – 2026, SDIT Al Ibrah menggelar sosialisasi program yang memuat arah kebijakan dan strategi implementasi kurikulum, bertempat di ruang pertemuan utama sekolah. Paparan utama disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Ustadzah Noor Sholikhah, S.TP., yang menegaskan komitmen sekolah untuk mencetak generasi Islami yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing global.

Mengusung konsep pendidikan “one for all”, Ustadzah Ika menjelaskan bahwa kurikulum SDIT Al Ibrah adalah perpaduan harmonis antara pendidikan umum, pendidikan agama, dan keterampilan hidup (lifeskill). “Kami ingin menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, bernuansa Islami, dan berorientasi pada pembentukan karakter religius, kepemimpinan, serta jiwa kewirausahaan,” ungkapnya.

Baca juga : Sosialisasi Kelas 1 SDIT Al Ibrah: Menjalin Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Beberapa program unggulan yang menjadi fokus tahun ajaran ini adalah:

  1. Program Takhassus (Tahfidzul Qur’an)
  2. International Learning Program (ILP)
  3. Program Reguler

Dalam implementasinya, kurikulum merdeka tetap menjadi dasar pengembangan pembelajaran dengan penekanan pada penguatan karakter, integrasi nilai-nilai Islam, dan penyesuaian minat bakat siswa. Penilaian dilakukan secara holistik melalui tes kognitif dan non-kognitif, termasuk asesmen digital untuk jenjang kelas tinggi.

[foto : antusias para orangtua mengikuti sosialisasi pembelajaran kelas 1 TA 2025 – 2026]

Ustadzah Ika juga memperkenalkan program karya literasi digital sebagai bentuk penguatan budaya literasi siswa sejak dini. Setiap jenjang memiliki proyek literasi tematik yang akan diterbitkan dalam bentuk buku. “Target kami, 50% karya siswa dapat dibukukan dan menjadi kebanggaan mereka sendiri maupun sekolah,” jelasnya.

Baca juga : Bangun Karakter, Asah Bakat, Jalin Kolaborasi: Strategi Kesiswaan SDIT Al Ibrah Tahun 2025 – 2026

Selain itu, kegiatan Morning Activity menjadi salah satu inovasi yang terus dikembangkan, dengan aktivitas literasi, numerasi, survei karakter, serta stimulasi minat terhadap Matematika dan Bahasa. Praktik berbahasa Arab dan Jawa juga digalakkan sebagai bagian dari program Language Practice bulanan dan English Day pekanan.

Di bidang Qur’ani, Ustadzah Ika menyoroti pentingnya program Tahsin dan Tahfidz sebagai pondasi pembentukan generasi Qurani. Mulai dari kegiatan reguler hingga agenda spesial seperti One Day with Qur’an, Qur’an Camp, serta Sertifikasi Itqon menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang terstruktur dan menyeluruh.

Paparan ditutup dengan semangat kolaboratif untuk mewujudkan visi besar sekolah: membentuk generasi unggul yang tak hanya cerdas, tapi juga berkarakter Islami dan siap bersaing di era global. (*)