“Pendidikan tidak berhenti di gerbang sekolah, tetapi rumah merupakan sekolah pertama bagi anak – anak” Kalimat pertama yang disampaikan Ketua Komite SDIT Al Ibrah, Ibu Dewi Aprilia Kurniawati, S.M, M.M.T.

Karena Generasi anak-anak zaman sekarang bisa meraih apa saja dengan sekali sentuh di layar gadget. Sehingga mereka membutuhkan pondasi Iman, adab dan keteladan yang baik dari rumah maupun sekolah, lanjut beliau dalam sambutannya.

Masjid Islamic Center SDIT Al Ibrah bergema pada hari Sabtu, 19 September 2026 pada pukul 8 pagi sampai pukul 11 siang. “Didiklah anak-anak sesuai zamannya, karena mereka hidup pada zaman mereka, bukan zaman saat kita” tambah Janan, S.Pd. selaku kepala SDIT Al Ibrah.

Selanjutnya Kajian Islam Tematik yang disampaikan oleh Ustadz Abdurrahman Shaleh, Lc. M.E. Mengawali kajian dengan Surat Adz Dzariyat ayat 56 yang artinya “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.” Beliau menyampaikan bahwa tugas utama kita sebagai hamba Allah SWT yakni beribadah, termaktub di dalamnya kata _’ya’buduun’_ yang merupakan _’fiil mudhoori’_ dimana menandakan bahwa kata tersebut berlangsung saat ini dan terus berkelanjutan, karena memang sejatinya ibadah itu dilakukan sepanjang hayat kita, bukan hanya sehari atau seminggu.

Lantas beliau menjelaskan tentang karakteristik Gen Alpha ( Generasi yang dilahirkan antara tahun 2011 – 2025 ) yaitu ada 4, diantaranya adalah Mereka merupakan generasi paling terdidik, juga yang memiliki saudara kandung paling sedikit, pun mendapatkan fasilitas paling lengkap, dan yang terakhir mereka merupakan Digital Native  yaitu mereka yang dilahirkan dan tumbuh di era digital. Untuk menghadapi karakteristik tersebut tentu sebagai orang tua kita diharuskan paham dan mengerti akan tujuh dasar utama pendidikan anak dalam Islam yang wajib diketahui para orang tua pendidik, diantaranya adalah : Pendidikan Keimanan dan Tauhid ( Aqidah ), Pendidikan Ibadah (Ketaatan ), Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti (Moral), Pemberian teladan yang baik (Uswah Hasanah), Pendidikan Sosial dan Adab Pergaulan, Pendidikan Tanggungjawab dan Mawas Diri, serta Pendidikan Kasih sayang dan Keadilan. Beliau menyampaikan bahwa kesemuanya harus bisa merasuk pada diri seorang pendidik, dan sebagai orang tua di rumah, layaknya harus bisa dan faham akan bagaimana pendidikan yang layak diberikan kepada buah hati kita.

Beliau juga menegaskan bahwa sejatinya yang membuat orang tua gengsi untuk mengalah adakah  ego usia mereka. Maka, ajakan untuk memperbaiki sholat pun beliau agungkan karena Sholat merupakan tiang agama, dan satu satunya ibadah yang mana Nabi SAW sendiri yang dijemput langsung oleh malaikat menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah Sholat.

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” ( Q.S. Al Ankabut : 45 )

Dan di akhir materi beliau menegaskan lagi, agar kita senantiasa belajar, dan tidak lelah akannya, karena “Belajar dan Mendidik Anak Sepanjang Masa”

Penulis : Dinnar Sintia