Penulis : Ustd. Nur Chamimah, S.S
Gresik – sditalibrah.sch.id . Momentum Ramadhan tahun ini dimaknai secara berbeda oleh SDIT Al Ibrah. Berkolaborasi dengan SMPIT Al Ibrah, sekolah menggelar kegiatan stadium general bagi siswa kelas V dan VI dalam rangkaian Pra ASCAR (Al Ibrah Student Camp Ramadhan). Kegiatan ini menghadirkan trainer inspiratif, Tutus Wahyu Widagdo, S.Pd., M.PSDM., dengan tema yang relevan dengan dunia anak masa kini: “Upgrade Diri, Bukan Scroll Lagi.”
Tema tersebut diangkat sebagai respons atas realitas keseharian siswa yang semakin lekat dengan gawai. Media sosial, YouTube, TikTok, hingga gim daring kerap menyita waktu dan perhatian anak-anak usia sekolah dasar. Kondisi ini menjadi tantangan bersama, baik bagi orang tua maupun guru, dalam membangun kebiasaan digital yang sehat dan produktif.
Dalam sesi materinya, Kak Tutus mengajak siswa memahami bahwa waktu adalah aset paling berharga. Ia mengibaratkan waktu seperti baterai pada gawai: jika dipakai terus-menerus tanpa arah, daya akan cepat habis tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti. Sebaliknya, jika digunakan dengan tujuan yang jelas, waktu akan menjadi energi untuk bertumbuh.

Beberapa poin utama materi yang disampaikan antara lain:
- Time Awareness (Kesadaran Waktu)
Siswa diajak menyadari berapa lama waktu yang mereka habiskan untuk scrolling setiap hari dan membandingkannya dengan waktu belajar, membaca Al-Qur’an, atau membantu orang tua. - Rem Kebiasaan Scroll
Anak-anak diberi strategi sederhana untuk mengurangi kecanduan gadget, seperti membuat batas waktu penggunaan, mematikan notifikasi yang tidak penting, serta mengganti waktu luang dengan aktivitas produktif. - Upgrade Skill dan Karakter
Ramadhan diposisikan sebagai momentum peningkatan diri—memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, meningkatkan fokus belajar, serta membangun kebiasaan disiplin. - Sholat di Awal Waktu sebagai Fondasi Disiplin
Ditekankan bahwa keberhasilan mengelola waktu berawal dari menjaga sholat di awal waktu. Disiplin spiritual akan berdampak pada disiplin dalam aspek kehidupan lainnya.
Kegiatan ini dikemas secara interaktif. Siswa diajak berdiskusi, berbagi pengalaman tentang kebiasaan digital mereka, hingga membuat komitmen pribadi untuk perubahan. Di akhir sesi, setiap siswa menuliskan refleksi sebagai bentuk kesadaran dan langkah nyata yang akan dilakukan selama Ramadhan.
Kepala SDIT Al Ibrah, Janan, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa teknologi bukan untuk dijauhi, tetapi untuk dikendalikan. Ramadhan adalah latihan pengendalian diri. Jika mereka mampu mengendalikan diri dari yang halal seperti makan dan minum, maka seharusnya mereka juga mampu mengendalikan kebiasaan scroll yang berlebihan,” ungkap beliau.
Baca juga : Mengapa Puasa Begitu “Istimewa”?
Beliau berharap kolaborasi antara SDIT dan SMPIT Al Ibrah ini semakin menguatkan sinergi pembinaan siswa menuju jenjang berikutnya.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya naik kelas secara akademik, tetapi juga naik level dalam kedewasaan berpikir dan bertindak. Karena masa depan mereka bukan ditentukan oleh seberapa sering mereka memegang gawai, tetapi oleh kebiasaan baik yang mereka bangun hari ini,” tambahnya.
Melalui kegiatan Pra ASCAR ini, SDIT dan SMPIT Al Ibrah menegaskan komitmennya dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ramadhan pun diharapkan menjadi titik balik bagi siswa untuk berhenti sekadar scroll, dan mulai benar-benar meng-upgrade diri. (*)
Recent Comments